Wednesday, 7 March 2012

Dear My Face

Sebenarnya pengalaman ini gak ada hubungannya sama sekali dengan dunia design, tapi karena sudah terlalu sering kejadian, maka saya pun jadi agak sebel. Walaupun ada beberapa hal yang patut disyukuri dari kejadian ini. hehe.

Awalnya pas itu aku kan baru pulang kuliah sore-sore. Terus pulangnya kan naik angkot ASD (gile ni angkot nunggunya lama banget). Nah, setelah angkotnya sudah mengantarkan saya ke tempat yang saya tuju, saya turun dan otomatis membayar si pak angkot. Saya pun mengeluarkan uang 5000 rupiah. Itung-itungannya kan mahasiswa atau umum itu bayarnya 2500 rupiah, kalo pelajar baru 1500 rupiah. Kalo saya bayar pake Rp 5000 berarti saya dapet kembalian Rp 2500 kan. Pertamanya sih pas menerima uang kembalian saya ngiranya begitu. Eh, pas saya hitung ternyata kembalian saya 2000 rupiah + 1000 rupiah + 500 rupiah. Alamak, aku dikira masih pelajar. Kemudian aku baru sadar, baju putih, kerudung abu-abu, muka kayak gini, pantes aja pak sopir ngira aku masih pelajar. But, he's not the only one.

Pernah dulu pas baru lulus sma, saya sekeluarga diundang makan-makan sama adiknya eyang saya. Kalo nggak salah sih itu pas jaman-jaman lebaran lah. Trus ada kerabat jauh yang nggak kenal tanya-tanya ke ibu saya. "Mbak, ini yang adeknya kelas berapa (saya si adik dari 2 bersaudara)?" Kemudian Ibu saya menjawab,"Ooh, ini baru lulus..". Lalu si tante itu berkata," oo.. baru lulus smp?". "Lo enggak, baru lulus sma.." dan mereka berdua pun tertawa-tawa. And I'm just like "wtf!" hahaha.

Pernah juga kejadiannya barusan aja, ceritanya saya barusan pulang kuliah dan sedang menunggu angkot ASD (lagi-lagi ASD) dan hari sedang hujan. Kemudian ada mbak-mbak yang mentowel saya, " Maaf mbak lagi nunggu ASD ya?" "Iya." "Boleh bareng nggak payungnya." "Oh iya silahkan." "Mbaknya jurusan apa?" "Oh saya desain grafis. Kalo mbaknya?" "Oh saya pendidikan bahasa inggris. Mbaknya angkatan baru ya?" "Oh bukan, saya angkatan tahun kemarin.." "Oh sama dong, hehe" Dan saya cuma bisa tersenyum, padahal dalam hati "oalah wajahkuu wajahkuu.."

Terus dulu juga pernah di kelas pas matkul photoshop semester 1. Kami sekelas disuruh bikin iklan apa saja pake foto hasil jepretan sendiri. Nah terus temenku ada yang pake foto wajahku untuk iklan produk tapi lupa produk apa. Terus si Pak dosen gak sengaja keliling-keliling dan melihat hasil karya temanku itu. Kemudian si Pak dosen berkomentar ," Wah kalo itu pantesnya jadi iklan momogi.." katanya sambil menunjuk wajah saya yang ada di komputer. Temen saya langsung ketawa terbahak bahak. Saya sih cuma cengengesan saja.

Jadi itulah beberapa cerita saya mengenai wajah yang kadang menimbulkan petaka tapi juga terkadang memberi keberuntungan ini. Pesan saya syukuri apa yang tuhan berikan kepada kita baik itu baik atau buruk. Karena yang baik tidak selamanya bermanfaat dan yang buruk tidak selamanya memberi kesialan. Tuhan menciptakan sesuatu pasti ada manfaatnya baik itu hal terburuk sekalian.

Saya Onik Abstrak, sampai jumpa di postingan mendatang.
Assalamualaikum.

No comments:

Post a Comment